Campak, Penyakit Anak Yang Patut Diwaspadai

Penderita campak masuk dalam kategori sepuluh besar penyakit yang menyebabkan kematian paling banyak pada balita di Indonesia. Hal ini tentunya menyedihkan, jika mengingat Indonesia termasuk negara di Asia Tenggara yang cakupan imunisasinya tergolong sedang. Nampaknya kesadaran masyarakat terhadap imunisasi untuk penyakit campak yang juga kerap disebut campak merah atau rubeola, masih perlu ditingkatkan.

Sebanyak 8.185 kasus terjadi pada tahun 2015 silam. Walaupun sudah mengalami penurunan yang sangat signifikan sejak tahun 2007, namun jumlah tersebut masih terbilang besar. Indonesia sendiri menargetkan pada tahun 2020 sudah akan tercapai Indonesia Bebas Campak.

Imunisasi campak memang harus terus digalakkan. Penyuluhan terhadap pentingnya imunisasi ini juga harus lebih gencar, mengingat masih banyak orang tua yang takut untuk mevaksinasi anak mereka karena ketidaktahuan akan informasi yang benar. Padahal vaksinasi ini penting untuk anak agar terhindarkan dari masalah yang lebih serius.

Informasi Seputar Campak

Pengertian

anak terkena campakPenyebab penyakit campak adalah infeksi virus yang menyebabkan timbulnya ruam di seluruh bagian tubuh. Penyakit ini juga sangat gampang menular, terutama ditularkan kepada mereka yang belum pernah mendapatkan vaksinasi campak, belum pernah menderita campak dan yang daya tahan tubuhnya lemah.

Penderita penyakit campak bisa sangat terganggu, bukan saja karena banyaknya ruam yang ada di tubuh mereka juga karena demam serta nyeri yang ditimbulkan penyakit ini. Terlebih lagi campak bisa menimbulkan masalah komplikasi yang serius jika tidak segera tertangani dengan benar. Anak yang menderita campak akan mulai menunjukkan gejala ketika sudah masuk satu hingga dua minggu sejak virus menginfeksi tubuh mereka.

Gejala

Adapun gejala campak antara lain berupa mata yang memerah dan menjadi lebih sensitif apabila terkena cahaya. Gejala campak juga hampir sama dengan gejala pada flu yaitu berupa hidung yang mengeluarkan ingus, radang pada tenggorokan, serta hidung tersumbat dan juga disertai dengan demam.

Gejala selanjutnya adalah timbulnya bercak berwarna putih keabu-abuan yang terdapat pada bagian tenggorokan serta mulut. Sedangkan untuk bercak yang berwarna merah kecoklatan akan muncul setelah beberapa hari kemudian. Bercak ini timbul di seluruh bagian kulit.

Kemunculan bercak ini dapat diurutkan. Pertama adalah pada bagian belakang telinga, kemudian pada seputar kepala dan baru ke leher. Selanjutanya ruam akan mulai tersebar ke bagian tubuh lainnya. Pada beberapa kasus, penderita campak juga mengalami pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian leher.

Penyebaran

Virus campak menetap pada cairan yang dihasilkan penderita campak ketika batuk atau bersin. Virus tersebut akhirnya akan menyebar di udara, dan juga melalui cairan yang terpercik dan mengenai mereka yang berada di sekitar penderita. Virus campak merupakan virus yang cukup bandel karena mereka dapat bertahan berada di permukaan hingga beberapa jam dan juga betah menempel pada benda lain.

Pada dasarnya semua orang dapat mengalami campak, tetapi pada umumnya lebih sering dialami oleh balita. Untuk itulah anak balita harus segera mendapatkan vaksinasi MMR sehingga pada perkembangannya mereka dapat terhindar dari penyakit berbahaya ini.

Pengobatan

Pada dasarnya, virus campak yang masuk ke dalam tubuh akan dilawan oleh sistem kekebalan tubuh. Namun jika komplikasi akibat infeksi cukup parah, maka anak harus segera mendapatkan perawatan dari dokter di rumah sakit yang memadai. Terlebih bagi mereka yang belum pernah mendapatkan vaksinasi MMR yang merupakan vaksinasi terpadu untuk menanggulangi gondongan, campak dan campak Jerman.